Kamis, 10 Januari 2013

Senja yang perlahan menjadi malam..

Senja yang perlahan menjadi malam, seperti namaku yang perlahan terhapus dalam hatimu..
mungkin..

seandainya hadirku adalah secercah cahaya lilin ditengah kegelapan, maka ijinkan aku tetap menyinari setiap ruang gelap hatimu..
seandainya hadirku adalah kabut yang memburamkan kaca jendelamu, maka biarkan matahari menghapusnya pergi..

aku hanya manusia biasa yang mempunyai banyak kekurangan.
aku bukan seperti dia yang pernah kamu istimewakan.
aku takkan bisa menjadi dia yang sempurna dimatamu.

jika dia yang kamu mimpikan setiap malam lelapmu, maka dialah yang pantas mendampingimu.
jika dia yang selalu kau cari setiap kau butuh seorang penenang, maka dialah yang pantas memenangkan hatimu.
jika dia yang selalu kau khawatirkan ketika tiada kabar, maka dialah yang berhak menjadi makmummu.
dan..
jika dia bukan aku, maka lepaskan aku da tinggalkan aku disini :)

kasih,,
manis,,
atau apalah aku menyebutmu, yang pasti satu itu hanya kamu.
aku ingin seperti embun yang setia menemanimu setiap pagi datang.
aku ingin seperti sendal yang setia menemani pasangannya kemanapun melangkah.
aku ingin seperti samudra yang menunggu air sungai untuk bermuara.

aku ingin melakukannya secara sesederhana mungkin seperti matahari yang membagi sinarnya :)

namun,,
aku tak ingin begini terus-menerus, setahun, dua tahun, sepuluh tahun atau dua puluh tahun merasakan sakit setiap mengingatmu..
mengingatmu itu seperti bunuh diri tak mati-mati, sakit dan sia-sia..

karena mengingat sesuatu yang kita sendiri (Pun) tidak pernah diingat-ingat adalah tindakan menyakiti diri sendiri dengan hal yang bodoh..

ya bodoh. buta.
semakin cinta memang semakin lumpuh logika :)

kamu..
terimakasih atas nano-nano yang tak terhingga kau beri dalam hidupku,
aku,,
merindu mata sipit dibawah alis tebal.

:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar